Friday, April 8, 2016

Bisnis untuk orang Awam

BISNIS ITU PERMAINAN, BUKAN ILMU PENGETAHUAN

Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: “belajar!”. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.

Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.

Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.

Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: “Leaders are made, not born”.

Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi “ilmu bisnis”, wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya.

Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.

Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses -- lebih spesifiknya pebisnis sukses -- harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu?

Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.

Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa?

Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya.

Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.

Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.

Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.

Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.

Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan tetap abadi.

Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi. Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel.
Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah, sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak sepak terjangnya.

Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.

Lihat juga Kim Woo Chong, pendiri imperium Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan santainya masuk ke pasar-pasar “keras” seperti Iran, Sudan dan Rusia serta negara-negara blok timur.

“Kesia-siaan” mempelajari dan berusaha mengikuti sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan. Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran yang beken dengan “Marketing Mix” 4P (product, price, place dan promotion), nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik. Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.

Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat “ulah” para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan 6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P.

Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing, kapan kita berbisnis?

Saya rasa kita semua banyak yang terjebak dan hanyut dalam “arus ilmu pengetahuan” yang dibuat oleh mereka yang “pakar ilmu pengetahuan”, sehingga kita tidak sempat lagi berinovasi yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus “dipaksa” mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.

Pertanyaannya: ”Sebenarnya kita mau jadi pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?”

Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William Cohen dalam tulisannya “The Art Of The Leader” : “Success is acquired by playing hard, not by working hard..”.

Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main.

Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.

Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, orang yang mempelajari ilmu kepemimpinan tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin. Demikian juga, orang yang mempelajari ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang mencoba menjadi pebisnis, akan menjadi pebisnis.


Sumber : http://rusmanhakim.blogspot.co.id/2006/12/bisnis-itu-permainan-bukan-ilmu.html

Thursday, March 10, 2016

Interaksi Manusia & Komputer



INTERAKSI MANUSIA KOMPUTER
TUGAS 1

DI SUSUN OLEH :
Ariyanto Adhi     2013-83-074
SESI 02
BEBERAPA SOFTWARE YANG MENDUKUNG INTERAKSI MANUSIA KOMPUTER

a)      Visual Basic
Adalah bahasa pemrograman komputer yaitu berupa perintah atau instruksi-instruksi yang dapat dimengerti komputer untuk menjalankan suatu tugas tertentu.

Kekurangan :
1.  Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang powerful, tetapi sebenarnya tidak terlalu bagus untuk membuat game-game yang benar-benar memuaskan.
2. Lebih lambat dibandingkan bahasa pemrograman lain.

Kelebihan :
1.   Bahasa yang sederhana. Banyak hal yang mungkin sulit dilakukan jika kita menggunakan bahasa pemrograman lainnya, akan dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan Visual basic.
2.   Karena Visual basic sangat populer, maka sangat banyak sumber-sumber yang dapat kita gunakan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan kau baik berupa buku, web site dll.
3.   Kita bisa memperoleh banyak tools baik gratis maupun tidak di Internet yang akan sangat membantu menghemat waktu kita dalam pemrograman.

b)     Delphi
adalah sebuah IDE compiler untuk bahasa pemrograman Pascal. Borland Delphi merupakan salah satu bahasa pemrograman yang semenjak diluncurkan pertama kali langsung dilirik dan diminati oleh para programmer komputer. Hal ini disebabakan karena Delphi menyediakan fasilitas untuk pembuatan aplikasi dengan antarmuka visual secara mudah dan dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Kekurangan :

1.      Hasil kompilasinya akan berekstensi .exe namun file tersebut sebagian besar memakan memori karena ukuran yang besar
2.      Dapat didekomplasi
3.      Pengguna yang tidak memiliki dasar pemrograman dengan bahasa Pascal akan mengalami kesulitan untuk pertama kalinya.
4.      Setiap komponen yang dimasukkan dalam form tampilan, akan diikutsertakan kode deklarasi dan inisialisasinya dalam list code. Sehingga apabila terjadi perubahan komponen, penamaan maupun kesalahan penulisan kode, program tidak mau membetulkan otomatis.
5.      Apabila terdapat form/list code lain yang di-include-kan, harus dituliskan code/nama dari form/lost code di bagian “uses” dan juga inisialisasi variablenya.
Kelebihan :
1.      Sifatnya freeware
2.      Dikembangkan dengan bahasa Pascal, sehingga pagi pengguna yang terbiasa dengan dasar pemrograman turbo Pascal akan lebih familiar.
3.      Komponen yang disediakan sudah cukup lengkap tanpa harus add component dari sumber lain.
4.      Dokumentasi cukup lengkap.
5.      Mempunyai aplikasi plugin database bawaan (BDE)
6.      Aplikasi yang dihasilkan bisa merupakan File Executable portable dan Executable installer
7.      Sangat mudah untuk membuat koneksi ke berbagai aplikasi database, misalnya BDE, Access, MySql, SQL Server, Oracle, Dan database lainnya.

c)      Visual C++
adalah sebuah produk Integrated Development Environment (IDE) untuk bahasa pemrograman C dan C++ yang dikembangkan Microsoft. Visual C++ merupakan salah satu bagian dari paket Microsoft Visual Studio.

Kekurangan :
Tidak support C99, begitu juga dengan C11.

Kelebihan :
1)      Up to date sesuai standar C++ (C++11)
2)      Code Generation OK. MSVC++ telah menjadi kompiler C++ buat Wndows



PERBANDINGAN APLIKASI PADA OPERATING SISTEM BERBASIS ANDROID
Sebagai topik untuk membandingkan aplikasi pada Android, saya akan memilih CAMERA 360 dengan B612 sebagai aplikasi terbaik dalam hal editing photo.
CAMERA 360
camera 360
Merupakan sebuah aplikasi fotografi yang bisa diunduh langsung di Playstore (untuk Android), maupun di iTunes (untuk Apple). Sampai tulisan ini dibuat, Camera 360 sudah digunakan oleh pengguna Android dan iOS antara 100 juta hingga 500 juta pengguna
Dengan menggunakan Aplikasi Camera 360 anda dapat mengedit atau mengatur foto dengan ratusan efek yang menarik dan juga filter foto, tak salah apabila aplikasi ini menjadi aplikasi andalan para penggemar foto selfie. Bahkan wajah yang biasa biasa saja mampu disulap menjadi cantik oleh aplikasi Kamera 360. Camera 360 juga menyediakan Cloud Album, anda bisa menyimpan hasil jepretan kamera 360 secara online sehingga cukup bisa menghemat memory internal Anda.
Selain untuk edit foto dari Album / Galeri, Camera 360 juga bisa langsung diintegrasikan dengan kamera Smarphone, sehingga hasil foto yang anda ambil memiliki efek menarik sesuai dengan Mode foto kamera yang sudah anda tentukan sebelumnya. Cara menggunakan camera 360 untuk foto selfie juga sangat mudah, cukup buka aplikasi Camera 360 kemudian pilih menu SELFIE, anda bisa berfoto seperti biasanya. Apabila menginginkan filter kamera yang berbeda anda bisa mengubahsesuaikan atau menerapkan efek kamera lalu digunakan untuk berfoto. Caranya cukup pilih dan atur pada menu EFFECT CAMERA, dan gunakan untuk berfoto seperti biasanya.

Cara menggunakan kamera 360 yang selanjutnya adalah mengedit foto, intinya jika anda sudah memiliki foto yang belum pernah di diberikan efek atau belum diedit, anda bisa mengeditnya dengan aplikasi camera 360. Dengan melakukan pengeditan pada foto kita bisa merubah tampilan foto menjadi lebih menarik seperti
:
-          Mencerahkan foto
-          Menghaluskan kulit / wajah pada foto
-          Memberikan efek / filter pada foto.

B612
b612-icon-ikon
Merupakan aplikasi edit foto android yang kini tengah ramai dipergunakan oleh pengguna Smartphone tak terkecuali Android. Aplikasi besutan Line Corp ini memiliki filter yang kaya didalamnya. Selain itu untuk pengguna yang hobby berfoto dengan model grid, aplikasi B612 ini sangat cocok untuk anda. Aplikasi B612 ini dapat diunduh secara gratis di Play Store, namun aplikasi edit foto ini hanya dapat dinikmati oleh Android OS Jelly Bean keatas.
Sebutan aplikasi editor B612 mengambil nama dari sebuah novel yang berjudul The Little prince tempat sanga putri tinggal. Aplikasi B612 sudah bisa anda download di play store kalau smrtphone mendukung Android dan App store bagi pengguna IOS. Anda bisa langsung menggunakan aplikasi B612 tanpa ribet dan persyaratan tertentu, aplikasi B612 memiliki berbagai icon dibawah dengan adanya memotret berseri paling kiri dan rasio foto yang harus anda tentukan terlebih dahulu, anda bisa mengganti filter acak dan berurutan supaya anda bisa lebih maksimal dalam menghasilkan photo tersebut.
Pada aplikasi editor B612 memberikan banyak dukungan dari berbagai filter dan pencahayaan yang sangat menarik, aplikasi ini terdapat swipe di sebelah kanan dan kiri di area utama layar untuk merubah filter lebih cepat dan swipe arah bawah ke atas supaya muncul pengaturan dalam penyimpanan lokasi foto dan berbagai macam petunjuk lainnya.
Aplikasi B612 bisa langsung menghasilkan satu foto sampai banyak foto dengan pose yang berbeda dalam sesi peotretan tersebut. Bila anda kebingungan untuk tombol potret anda bisa langsung tekan layar untuk pengambilan objek tersebut, aplikasi B612 khusus digunakan untuk kamera depan saja, jadi bila anda ingin potret dengan B612 bisa harus menggunakan kamera depan yang mendukung smartphone anda.
Tidak hanya sesi pemotetan yang bisa anda lakukan terhadap aplikasi B612, tapi juga bisa langsung share foto yang barusan anda lakukan di sosial media yaitu Twitter, Instagram, dan Facebook, ketiga aplikasi ini memang sudah banyak yang menggunakan dan semua temanmu pasti menggunakannya. Jadi anda bisa langsung publikasikan fotomu tersebut.

Untuk perbandingan dari segi UI (User Interface) dari kedua aplikasi tersebut, maka pertama-tama yang akan saya bahas yaitu dari aplikasi B612 dahulu
UI aplikasi B612
b612-screenshot
Menurut saya, tampilan aplikasi ini cukup sederhana dan memudahkan user untuk menggunakannya. Namun fitur yang diberikan pada aplikasi ini tidak sebanyak aplikasi Camera 360. Untuk membandingkannya, inilah tampilan dari aplikasi CAMERA 360
UI Aplikasi CAMERA 360
camera360-photo-bank
camera360-filter-foto
SOAL LATIHAN :
1)      Apa itu IMK ?
2)      Kenapa IMK dianggap penting ?
3)      Apa saja yang terlibat didalam IMK ?
4)      Kenapa desain UI yang baik dianggap penting ?
5)      Perkembangan IMK ?
Jawaban :
1)      IMK (Intraksi Manusia Komputer adalah Sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang menggunakan antarmuka (interface).
2)      Untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer
3)      Manusia dan Monitor, Manusia dan Keyboard, Manusia dan Mouse.
4)      Kegunaan user interface sangat mempengaruhi bagaimana software tersebut diterima, karena user interface dapat juga kita artikan sebagai perwujudan dari software tersebut di dunia nyata. Tingkat kemudahan suatu software biasa dibahas pada review software di berbagai majalah IT, artikel-artikel di internet maupun forum-forum online. Banyak sistem dengan fungsionalitas yang baik tapi tidak efisien, membingungkan, dan tidak berguna karena desain UI yang buruk. Antarmuka yang baik merupakan jendela untuk melihat kemampuan sistem serta jembatan bagi kemampuan perangkat lunak. Desain yang buruk akan membingungkan, tidak efisien, bahkan menyebabkan frustasi.
5)      -              Tahun 1950-an Pertama kali diperkenalkan secara komersil
-                      Pada tahun 1940 dan 1950-an, terjadi perkembangan yang siginifikan dalam teknologi perangkat keras komputer. Hingga pada tahun 1960-an, perkembangan
teknologi hardware yang cepat ini kelihatan menjadi sia-sia jika tidak diimbangi dengan pemanfaatannya, dan mendorong para peneliti untuk mencari ide-ide baru yang akan diaplikasikan pada perkembangan teknologi perangkat keras komputer yang cepat tersebut.
-                      Pada tahun 1970 perkembangan IMK mulai berkembang sangat pesat ke berbagai penjuru bidang seperti pendidikan,perdagangan,perusahaan DLL.dan muncul isu teknik antarmuka pengguna (userinterface).
-                      Pada awal tahun 1980-an, dengan harga hardware grafik yang memiliki kemampuan dan kualitas yang tinggi menurun, para perancang mulai menyadari bahwa aplikasinya akan meningkat popularitasnya seiring dengan bertambahnya fungsi visualisasi


Sumber Referensi :


Mau Download? Yaudah langsung ajah, nih link nya :
WELCOME TO MY BLOG, PLEASE FOLLOW ME AFTER YOU ENJOY MY POST